4 Sayuran Pencegah Kanker

Sunday, January 5, 2014 0 comments

My Diary- Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari.
Nah, Kali ini saya akan share sedikit tentang beberapa jenis sayuran yang dapat mencegah kanker. Langsung saja kita ulas, satu per satu, ok? J

1 Daun Singkong.


Umbi ketela pohon atau singkong atau jika dalam bahasa jawa sering disebut telo, mempunyai khasiat sebagai pencegah kanker. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari sebuah badan kesehatan dunia, menemukan adanya kandungan protein dalam kadar yang tinggi. Bahkan untuk jenis singkong bermutu rendah, kadar protein asam amino esensial yang terkandung di dalamnya cukup tinggi, yang mencapai 60%. Protein di dalam daun singkong merupakan jenis yang bermutu baik. Sayangnya, walaupun Singkong ini populer di indonesia, namun daunnya belum banyak dikonsumsi secara teratur.
Mengolah daun singkong juga tidak rumit kok, daunnya cukup diremas atau di potong-potong kemudian diamkan selama 15 menit dan selanjutnya direbus. Setelah itu, daun ditiriskan dari air kemudian diperas hingga air nya habis.
Cara diatas umum sekali dilakukan, dengan tujuan untuk menghilangkan zat racun yang disebut Linamarin. Kandungan zat ini yang terdapat pada daun singkong lebih rendah dibandingkan yang terdapat pada kulit umbi/singkong. Jika keracunan zat Linamarin, bisa-bisa tubuh menjadi lemas,pusing, dan bahkan bisa jatuh pingsan.


2. Selada
Tentunya anda sudah tahu dengan Selada ‘kan? Nah selada ini terdiri dari dua jenis. Yaitu selada yang Tumbuh di Tanah dan selada yang tumbuh di air.
Selada yang tumbuh di tanah,
 umumnya diambil daunnya dan digunakan sebagai hiasan masakan salad ataupun dimakan sebagai sayur. Keistimewaan daun selada adalah Kandungan vitamin A, mineral natrium dan  zat bergizi lain yang terkandung di dalamnya.
Yang perlu diperhatikan adalah saat mencuci dan menyimpan selada. Mencucinya harus benar-benar bersih dari semua kotoran, dan simpan di dalam kulkas. Karena daun selada ini berpotensi sebahgai tempat tumbuhya mikroba penyebab penyakit.




Selada yang tumbuh di air,
daun selada ini mengandung berbagai macam jenis zat. Yaitu : Karbohidrat, Serat, vitamin A, vitamin C, Betakaroten, Asam Folat, Zat besi, dan Kalsium. Kegunaan selada air ini juga banyak, sumber zat kimia dari tembuhan bisa berfungsi sebagai antioksidan, pelancar air seni, serta sebagai obat batuk. Kadar vitamin C nya juga tinggi, cocok untuk mecegah gangguan sariawan.
Beberapa penelitian ilmiah membuktikan kemampuan selada air untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, terutama kanker Paru. Hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Southhampton pada tahun 2010 lalu menemukan bahwa Selacda air bermanfaat untuk mengatasi kanker payudara.
Walaupun demikian, orang orang tertentu dilarang mengkonsumsi selada air, karena bisa mengakibatkan alergi setelah memakannya. Mereka yang mengkonsumsi obat obatan pengencewr darah, dan penderita penyakit kronis yang harus minum obat terus menerus, tidak dianjurkan mengkonsumsi selada air. Hal ini karena kandungan vitamin K dalam daun ini cukup tinggi.


3. Daun Ubi jalar / Ketela Rambat

Hei.. Kandungan ubi jalar juga gak kalah hebat loh dari daun singkong. Tau kenapa? Karena kandungan zat yang terdapat di dalamnya juga bermacam-macam. Ubi jalar ini mengandung Protein, mineral (zat besi, kalium, kalsium, tembaga, magnesium, natrium) lemak, serat, dan karbohidrat.
Tapi, di dalam ubi jalar ini juga ditemukan zat beracun, namanya Oksalat. Eitzz.. jangan khawatir, kandungan zat Oksalat di dalam ubi jalar ini kadarnya sangat rendah dan dapat dikurangi dengan proses memasak. Dengan memperhatikan cara mengolahnya, racun yang terkandung di dalam ubi jalar ini bisa hilang. Yang tidak kalah penting adalah porsi. Jadi jangan terlalu berlebihan saat kita mengkonsumsi daun ubi dan singkong.


4. Daun Gedi

Daun Gedi? Apaan sih? Hehe.. saya juga tidak begitu familiar dengan sayuran yang satu ini. Ya karena sayuran ini tidak begitu populer di tempat saya. Wkwkwkwk.. tidak ada yang bisa mengalahkan popularitas Daun Singkong dan Daun Ubi Jalar.
Oke, lanjut! Daun Gedi ini mengandung senyawa dari golongan polifenol dan flavonoid yang menjadikan Daun Gedi sebagai obat alternatif. Senyawa polifenol yang terkandung di dalamnya adalah asam kafeat dan asam rosmanirat, rutin di jumpai pada ekstrak Daun Gedi yang bermanfaat sebagai antioksidan.


Sumber : Koran & Majalah

0 comments:

Post a Comment

Budayakan berkomentar, karena dengan berkomentar berarti anda sudah memberikan saran dan masukan kepada saya.

Salam Sobat Blogger

 

©Copyright 2011 My Diary | TNB